Tanggal 22 desember kemaren, harusnya menjadi hari yang biasa aja. Karena seumur hidupku, aku gag pernah mengenal perayaan hari Ibu. “Tengsin”, alasan itulah yang selalu kupakai.
Tapi, tahun ini berbeda. kalau bukan karena ketololan yang kudapat dari ilmu yang tidak berguna ini, aku tidak mungkin ingin sekali cepat tiada untuk sekarang ini.
Siang itu masih biasa saja. Bahkan setelah sebuah masalah yang baru saja mencair sehari sebelumnya, hal itu tak pernah terpikirkan untuk terjadi.
Setelah buka puasa (tanggal 22 bertepatan dengan hari senin-puasa senin-kamis), piring tempat makanku masih ku pegang dan aku memulai percakapan yang membuatku masih menyesal mengatakannya.
(di ucapkan dengan bahasa jawa)
emak:yu, kamu jangan dekat-dekat sama mas XXX, emak gag suka. keluarga mereka itu suka memandang derajat. kamu kalo ngobrol jangan pake senyum-senyum gitu.
aku:ralat-ralat, aku gag suka pernyataan itu tadi. emang kapan aku pernah ngobrol sambil senyum-senyum kayak gitu?
emak:kemaren waktu kamu mesen pin, kamu sempet senyum terus pakXXX(ayahnya) langsung nunduk. Jangan dikira orang kayak gitu biasa aja, sebenarnya mereka itu kepikiran. lagian kalo emang si masXXX itu beneran suka samau kamu, emak gag suka.
(sebenarnya aku cukup kecewa sama pernyataan emak ini, karena menurutku, emak gag pernah sadar dengan kondisi anaknya ini. Aku cukup sadar klau aku ini jauh dar standart gadis idaman atau paling tidak, tampak seperti gadis biasa. Dan emak selalu curiga aku punya kisah cinta yang apik. Hal ini selalu kuhindari sampai-sampai di kelas aku jarang mempunyai teman lelaki. teman lelaki sekelasku saja tidak pernah kuajak ngobrol.)
aku:emak harusnya gag ngajarin aku soal itu (cinta-cintaan), harusnya anak seumuran aku diajarin tentang gimana cita-cita aku. pantesan anak-anak(anak2nya ibuku) itu kayak gitu(nikah muda)
emak:berarti kamu memvonis emakmu
aku:enggak, itu cuman opiniku
emak:enggak bisa, itu sudah tak anggep vonis. olga syahputra artis yang selengekan kayak gitu aja waktu hari ibu nangis-nangis, anakku yang kayak gini ternyata di hari ibu…
iya…sejak saat itu pula, sampai sekarang emak belum menyapaku sama sekali. Emak menganggap seolah-olah aku gag ada.
dan sekarang aku ingin sekali tertidur tanpa memikirkan apa-apa dan gag bisa dibangunin sama orang-orang sekitar biar pikiranku kembali normal…
aku ingin mati sejenak…